⛄ Latar Belakang Munculnya Filsafat Pendidikan

Kamis 13 Januari 2011. 1. Sejarah Latar Belakang Munculnya Persoalan Kalam/Teologi dalam Islam. Teologi secara etimologi terdiri dari kata "Theos" artinya "Tuhan" dan "Logos" yang berarti "Ilmu". Jadi teologi berarti "ilmu tentang Tuhan". Teologi adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan pertaliannya dengan manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Filsafat diakui sebagai induk ilmu pengetahuan the mother of sciences yang mampuh menjawab segala pertanyaan dan permasalahaan. Mulai dari masalah-masalah yang berhubungan dengan alam semesta hingga masalah manusia dengan segala problematika dan kehidupanya. Diantara permasalahan yang tidak dapat dijawab oleh filsafat adalah permasalahan yang ada dilingkungan pendidikan. Padahal menurut John Dewey, seorang filosof Amerika, filsafat merupakan teori umum dan landasan pertanyaan dan menyelidiki faktor-faktor realita dan pengalaman yang terdapat dalam pengalaman pendidikan Apa yang dikatakan John Dewey memang benar. Dan karena itu filsafat dan pedidikan memiliki hubungan hakiki dan timbal balik, berdirilah filsafat pendidikan yang berusaha menjawab dan memecahkan persoalal-persoalan pendidikan yang bersifat filosifis dan memerukan jawaban secara filosofis B. Rumusan masalah 1. Latar belakang munculnya filsafat pendidika? C. Tujuan penelitian 1. Untuk mengetahui bagaimana latar belakang munculnya filsafat pendidikan. BAB II PEMBAHASAN A. Latar Belakang Munculnya Filsafat Pendidikan Jika kita memperhatikan pemikiran orang barat yang membahas filsafat mereka sama sekali lepas dari apa yang dikatakan agama. Bagi mereka titik berat filsafat adalah mencari hikmah. Hikmah itu dicari untuk mengetahui suatu keadaan yang sebenarnya, apa itu, dari mana itu, hendak kemana, dan bagaimana. Namun pertayaan filosofis itu kalau diteruskan, akhirnya akan sampai dan berhenti pada sesuatu yang disebut agama. Baik filosofis Timur maupun barat mereka memiliki pandangan yang sama bila sudah sampai pada pertanyaanya “ bilakah permulaan yang ada ini , dan apakah yang sesuatu yang pertama kali terjadi, apakah yang terakhir sekali bertahan didalam ini” Rifai, 1994 67. Akan tetapi mereka akan mencari hikmah yang sebenarnya supaya sampai puncak pengetahuan yang tinggi, yaitu Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Mahakuasa. B. Perkembangan pemikiran filsafat spiritualisme kuno Dari uraian diatas dapat diketahui filsafat mulai berkembang dan berubah fungsi, dari sebagai induk ilmu pengetahuan menjadi semacam pendekatan perekat kebali sebagai ilmu pengetahuan yang telah berkembang pesat dan terpisah satu dengan lainnya. Jadi, jelaslah bagi kita bahwa filsafat berkembang sesuai perputaran zaman. Paling tidak, sejarah filsafat lama membawa manusia untuk mengetahui cerita dalam katagori filsafat spiritualisme kuno. Kira-kira 1200-1000 SM sudah terdapat cerita-cerita lahirnya zarathusthra, dari keluarga sapitama, yang lahir ditepi sebuah sungai, yang ditolong oleh ahura Mazda dalam masa pemerintahaan raja-raja akhamania 550-530 SM. Timur jauh Yang termasuk dalam wilayah timur jauh ialah Cina India dan jepang. Di India berkembang filsafat spiritualisme, Hinduisme, dan Buddhisme. Sedangkan di Jepang berkembang shintoisme. Begitu juga di Cina berkembang, Taoisme, dan Komfusianism.[1] a. Hinduisme Pemikiran spiritualisme Hindu adalah konsep karma yang berarti setiap individu telah dilahirkan kembali secara berulang dalam bentuk manusia atau binatang sehingga ia menjadi suci dan sempurna sebagai bagian dari jiwa universal reingkarnasi . Karma tersebut pada akhirnya akan menemukan status seseorang sebagai anggota suatu kasta. Poedjawijatna 198654 mengatakan, bahwa para filosof Hindu berpikir untuk mencari jalan lepas dari ikatan duniawi agar bisa masuk dalam kebebasan yang menurut mereka sempurna. b. Buddha Pencetus ajaran Buddha ialah Sidarta Gautama Kira-kira 563-483 SM sebagai akibat ketidakpuasannya terhadap penjelasan para guru Hindu isme tentang kejahatan yang sering menimpa manusia. Setelah melakukan hidup bertapa dan meditasi selama 6 tahun, secara tiba-tiba menemukan gagasan dan jawaban dari pertanyaannya. Gagasa-gagasan itulah yang kemudian menjadi dasar-dasa agama Buddha samuel Smith, 198612 . Filsafat Buddha berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di Dunia ini terliputi oleh sengsara yang disebabakan oleh “Cinta” terhadap suatu yang berlebihan. c. Taoisme Pendiri Taoisme adalah Leo Tse, Lahir pada tahun 604 SM. Tulisannya yang mengandung makna Filsafat adalah jalan tuhan atau sabda tuhan, Tao ada dimana-mana tetapi tidak berbentuk dan tida pula diraba, dilihat,dan di dengar. Manusia harus hidup selaras dengan tao, dan harus bisa menahan hawa nafsunya sendidi. Pengertian Tao dalam filsafat Lao Tse tersebut dapat dimasukan dalam aliran spiritualisme. Dan menurut aliran-aliran filsafat India dan Tiongkok, spirirtualisme itu berkaitan dengan Etika, karena ia memberi petunjuk bagaimana manusia mesti bersikap dan bertindak di dunia agar memperoleh bahagia dan kesempurnaan ruh Gazalba198660 d. Shinto Shinto merupakan salah satu kepercayaan yang banyak dipeluk masyarakat Jepang. Agama Shinto tumbuh di jepang yang sangat respek terhadap alam natural di sebabkan ajaran-ajaranya mengadung nilai antara lanin kreasi SOZO, generasi size, pembangunan hatten, sehingga ia menjadi jalan hidup dan kehidupan dan mengandung nilai optimis. Melihat ajaran-ajaran pokok moral Shinto yang mengandung makna filsafat yang tinggi diatas, maka tidalah berlebihan jika ajaran-ajaranya mengandung nilai motivasi dan optimistik guru menjadi pegangan bagi penganutnya 1. TimurTengah Yahudi berasal dari nama seorang putra ya’kub, yahuda. Putra ke empat dari 12 bersaudar, 12 orang inilah yang kelak menjadi nenek moyang bangsa yahudi yang dinamakan bangsa Israel, agama yahudi pada prinsipnya sama dengan Agama nasroni dan Agama islam, karena itu Agama Yahudi disebut juga Agama kitab samawi , yang berarti agama yang mempunyai kitab suci dari Nabi. Pemikiran-pemikiran fisafat timur tengah muncul sekitar 1000-150 SM. Tanda-tanda yang tempat keberadaan pemikiran filsafat itu ialah adanya penguraian tentang bentuk-bentuk penindasan moral dari monotiesme, peredaran, kebenaran dan bernilai tinggi. Selama dua ribu tahun yang lalu dokrtin-doktrin monotiesme dan pengajaran tentang etnis yang di anggap penting dari kaum Yahudi, yang di kembangkan oleh Nabi musa dan para Nabi Elijah. Pendidikan di mulai guna mengangkat martabat dan pengharapan kemanusiaan pada masa depan Smith, 19864 pengikutnya agama Kristen pada waktu itu tidak ubahnya seperti penganut agama lainnya, yaitu dari golongan rakyat jelata. Setelah berkembang, pengikutnya merabah kekalangan atas, ahli fikir filosof , dan kemudian para pemikir atas kemajuannya, zaman ini disebut zaman patristic. Pater berarti bapa, yaitu para bapak gereja. zaman patristik adalah zaman rasul pada abad pertama , sampai abad kedelapan. Para filosofis Kristen pada masa itu mempunyai identitas yang berpariasi dan mempunyai banyak aliran. Antromornisme merupakan suatu paham yang menyamakan sifat-sipat Tuhan pencipta dengan sifat-sifat manusia yang di ciptakan . Misalnya tentang tuhan di samakan dengan tangan manusia. Paham ini muncul zaman patristic dan skolastik, pada akhir zaman kuno atau zaman pertengahan filsafat barat di pengaruhi oleh pemikiran Kristian. Aliran-aliran filsafat yang memepunyai pengaruh sangat besar di roma adalah, pertama, epistimologi, yang di motori oleh epicurus 341-270 . Epicurus mengatakan bahwa rasa suka dimiliki apabila hidup secara relevan dengan alam manusia. Sementara rasa duka merupakan yang terburuk dan patut di hindari. Kedua, aliran stoa, yang dipelopori oleh zani 336-246 . Aliran mempunyai pendapat bahwa adanya kebajikan itu apa bila manusia hidup sesuai dengan alam Poedjawi jatna, 198622 ’ Dalam sejarah, filsafat Yunani dipakai sebagai penangkal sejarah filsafat barat. Dikatakan pangkal karena dunia barat dalam alam pemikiran mereka berpangkal pada pemikiran Yunani. Di Yunani sejak sebelum permualaan tahun masehi, ahli-ahli piker mecoba menarik teka-teki alam, mereka ingin mengetahui asal mula alam serta dengan isinya. Pada masa itu terdapat keterangan-keterangan mengenai proses terjadinya alam semesta dan isinya, semua keterangan tersebut sebatas kepercayaan semata. C. Reaksi Terhadap Spritualisme Di Yunani Spritualisme merupakan suatu aliran filsafat yang mementingkan keruhanian, lawan dari materialisme Poerwadarmita 1984963 . Namun demikian, ternyata ada beberapa filosof yang merasa kurang puas dengan aliran spritualisme, mereka menganggap aliran ini tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan ilmiah. Maka lahirlah aliran materialism. Diantara tokonya adalah Leukipos dan Demokritus 460-370 SM , yang menyatakan bahwa semua kejadian alam adalah atom, dan semuanya adalah materi. Kemudian, lahirlah pula aliran rasionalisme Rane Descrates, yang menyatakan bahwa pusat segala sesuatu terletak pada dunia ratio, semesta yang lain adalah objeknya. Tokoh aliran idealism adalah plato 427-372 SM . Ia adalah murid Socrates. Aliran idealism merupakan suatu aliran filsafat yang menggagungkan jiwa. Menurut aliran ini, cinta adalah gambaran asli yang bersifat ruhani dan jiwa terletak di antara gambaran asli Suryadipura, 1994 133 . Dari pertemuan jiwa dan cinta lahirlah suatu angan-angan yaitu dunia idea. Aliran ini memandang dan menganggap yang nyata hanyalah idea. Idea selalu tetap tidak mengalami perubahan dan pergeseran yang mengalami gerak tidak di kategorikan idea poedjawijatna,198723. Disi lain filsafat idealism plato banyak memberikan pengaruh dan sumbangan dalam dunia pendidikan. Menurut plato, pendidikan itu sangat perlu baik bagi dirinya selaku individu maupun sebagai warga Negara. Setiap peserta didik harus diberi kebebasan untuk mengikuti ilmu yang ada sesuai dengan bakat, minat, dan kemampan masing-masing sesuai jenjang usianya. Pendidikan itu sendiri akan memberikan dampak perubahan bagi kehidupan pribadi, bangsa Negara. Merupakan aliran filsafat yang berisikan tentang ajaran kebendaan, aliran ini, benda merupakan sumber segalanya poerwadarminta, menurut 1984683 , aliran ini berpikiran sederhana, bahkan segala sesuatu yang ada di dalam ini dapat di lihat dan di observasi, baik wujudnya, gerakanya maupun peristiwa-peristiwanya. Tokoh-tokoh aliran materialisme diantaranya adalah Leukipos dan Demokritus 460-370 SM . Mereka berpendapat bahwa kejadian seluruh alam terjadi karena atom kecil, yang menpunyai bentuk dan bertubuh, jiwa pun dari atom kecil yang mempunyai bentuk bulat dan mudah bereaksi untuk mengadakan gerak suryadipura, 1994130 . Atom tersebut membentuk satu kesatuan yang di kuasai oleh hukum-hukum fisis kimiawi, dan atom-atom yang tertinggi nilainya dapat membentuk manusia, dan kemungkinan yang dimiliki manusia tidak melampaui kemungkinan kombinasi-kombinasi atom. Oleh karena itu, tidak melampai potensi-potensi jasmani, karena keduanya memiliki sumber yang sama. Demikian juga dengan keberakhiran atau kematian, disebabkan karena hancurnya struktur atom-atom pelemburan dan kombinasi atom-atom yang ada pada manusia atau alam lainnya. Pelopor aliran rasionalisme adalah Rane Descrates 1595-1650 . Ia juga penggerak dan pembaru pemikiran modern abad ke-17 selama 198878 . Menurutnya, sumber pengatahuan yang dapat di jadikan patokan dan dapat di uji kebenaranya adalah rasio, sebab pengetahuan yang berasal dari proses akal dapat memenuhi syarat-syarat ilmiah. Dengan demikian akal di anggap sebagai perantara khusus untuk menentukan kebenaran dalam ilmu pengetahuan. Hal senada juga dinyatakan filosof Blaise Pascal 1632-1662 , bahwa akal adalah tumpuan utama dalam menjalani pengetahuan untuk menemukan kebenaran dan dapat memberikan kemampuan dalam menganalisis bahan objek . Tetapi disis lain, akal tidak dapat menemukan pengertian yang sempurna tanpa ada keterkaitan dengan pengalaman. Karena dalam mengambil suatu keputuasan yang berfungsi tidak saja akal, tetapi hati juga turut menentukan. D. Pemikiran Filsafat Yunani Kuno Hingga Abad Pertengahan Suatu pandangan teroritis itu mempunyai hubungan erat dengan lingkungan di mana pemikiran itu di jalankan, begitu juga lahirnya filsafat yunani pada abad ke-16 SM. Bagi orang yunani, filsafat merupakan ilmu yang meliputi semua pengetahuan ilmiah. Di yunanilah pemikiran ilmiah mulai tumbuh, terutama di bidangfilsafatpenidikan. Pada masa ini, keterangan-keterangan mengenai alam semesta dan penghuninya masih berdasarkan kepercayaan. Dan karena para filsuf belum puas atas keterangan itu, akhirnya mereka mencoba mencari keterangan melalui budinya. Misalnya dengan menanyakan dan mencari jawaban tentang apakah sebetulnya ala mini? Apakah intisari alam arche ini. Arche berasal dari bahasa yunani yang berarti mula, asal. Oleh karena itu filsuf-filsuf berusaha mencari inti alam, maka mereka di sebut filsuf alam dan filsafat mereka disebut filsafat alam. Masa pra-socrates di warnai pula oleh munculnya kaum sofisme. Kaum sopis ini pertama kali di Athena. Sofis berasal dari kata sofhos yang beati cendikiawan. Sebutan ini semula diberikan kepada orang-orang pandai ahli filsafat, ahli bahasa, dan lain-lain. Aliran sofis dipelopori oleh protogoras. Menurut kaum sofis, manusia menjadi ukuran kebenaran tidak ada kebenaran yang berlaku secara universal, kebenaran hanya berlaku secara individual. Kebenaran itu menurut saya, dan retorika merupakan alat utama utuk memepertahankan kebenaran salam, 1982107. Dalam sejarah kaum sofis adalah kelompok yang pertama kali mengorganisasi pendidikan kaum muda. E. Pemikiran filsafat pendidikan menurut Socrates 470-399 SM Dalam sejarah filsafat, Socrates adalah salah seorang pemikir besar kuno yang gagasan filosofis dan metode pengajaraanya sangat mempengaruhi teori dan praktik pendidikan di seluruh dunia barat. Socrates lahir di Athena, merupakan putra seorang pemahat dan seorang bidan yang tidak begitu di kenal, yaitu Sophonicus dan Phaenarete smith,198619 . Prinsip dasar pendidikan, menurut Socrates adalah metode dialektis. Meode ini di gunakan Socrates sebagai dasar teknis pendidikan yang di rencanakan untuk mendorong seseorang berpikir cermat, untuk menguji coba diri sendiri dan untuk memperbaiki pengetahuannya. Seorang guru tidak boleh memaksakan gagasan-gagasan atau pengetahuannya kepada seorang siswa, karena seorang siswa di tuntut untuk bisa mengembangkan pemikirannya sendiri dengan berpikir secara keritis. Metode ini tidak lain di gunakan untuk meneruskan inelektualitas, mengembangkan kebiasaan-kebiasaan dan kekuatan mental seseorang. Dengan kata lain, tujuan pendidikan yang benar adalah untuk merangsang penalaran yang cermat dan di siplin mental yang akan menghasilkan perkembangan intelektual yang terus menerus dan sestandar moral yang tinggi Smith. 198625 . F. Pemikiran filsafat pendidikan menurut Plato 427-347 SM Plato dilahirkan dalam keluraga aristrokrasi di Athena, serikat 427 SM. Ayahnya Ariston, adalah keturunan dari raja pertama Athena yang pernah berkuasa pada abad ke-7 SM. Semnentara ibunya, periction adalah keturunan keluarga solon, seorang pembuat undang-undang, penyair, memimpin militer dari kaum ningrat dan pendiri demokrasi Athena termuka smith, 198629. Menurut plato, pendidikan itu sangat perlu, baik bagi dirinya selaku individu maupun sebagai warga Negara. Negara wajib memberi pendidikan kepada setiap warga negaranya. Namun demikian, setiap peserta didik harus diberi kebebasan untuk mengikuti ilmu sesuai bakat, minat, dan kemampuan masing-masing jenjang usianya. Sehingga pendidikan itu sediri memberikan dampak dan perubahan bagi kehidupan pribadi, bangsa, dan Negara. Menurut plato, idealnya dalam sebuah Negara pendidikan memperoleh tempat yang paling utama dan mendapatkan perhatian yang yang sangat mulia, maka ia harus di selenggarakan oleh Negara. Karena pendidikan itu sebenarnya merupakan suatu tidakan pembebasan dari belenggu ketidaktahuan dan ketidakbenaran. Dengan pendidikan, orang-orang akan mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak benar. Dengan pendidikan pula, orang-orang akan mengenal apa yang baik dan apa yang jahat, apa yang patut dan apa yang tidak patutRaper,1988110. G. Pemikiran filsafat pendidikan menurut Aristoteles 367-345 SM Aristoteles adalah murid plato. Dia adalah seorang cendikiawan dan intelek terkemuka, mungkin sepanjang masa. Umat manusia telah berutang budi padanya oleh karena banyaknya kemajuan pemikiranya dalam filsafat dan ilmu pengetahuan, khususnya logika, politik, etika, biologi, dan psikologi. Aristoteles lahir tahun 394 SM, di Stagira, sebuah kota kecil di semenanjung Chalcidice di sebelah barat laut Egea. Ayahnya, NIchomachus adalah dokter perawat Amyntas II, raja Macedonia, dan ibunya, phaesta mempunyai nenek moyang terkemuka. Menurut Aristoteles, agar orang bisa hidup baik maka ia harus mendapatkan pendidikan. Pendidikan bukanlah soal akal semata-mata, melainkan soal memberi bingbingan kepada perasaan-perasaan yang lebih tinggi,yaitu akal, guna mengatur nafsu-nafsu. Akal sendiri tidak berdaya, sehingga ia memerlukan dukungan perasaan yang lebih tinggi agar di arahkan secara benar. BAB III PENUTUP Simpulan Dari pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwa filsafat mulai berkembang dan berubah fungsi, dari sebagai induk ilmu pengetahuan menjadi semacam pendekatan perekat kebali sebagai ilmu pengetahuan yang telah berkembang pesat dan terpisah satu dengan lainnya. Jadi, jelaslah bagi kita bahwa filsafat berkembang sesuai perputaran zaman. Paling tidak, sejarah filsafat lama membawa manusia untuk mengetahui cerita dalam katagori filsafat spiritualisme kuno. Kira-kira 1200-1000 SM sudah terdapat cerita-cerita lahirnya zarathusthra, dari keluarga sapitama, yang lahir ditepi sebuah sungai, yang ditolong oleh ahura Mazda dalam masa pemerintahaan raja-raja akhamania 550-530 SM jauh Yang termasuk dalam wilayah timur jauh ialah Cina India dan jepang. Di India berkembang filsafat spiritualisme, Hinduisme, dan Buddhisme. Dalam sejarah filsafat, Socrates adalah salah seorang pemikir besar kuno yang gagasan filosofis dan metode pengajaraanya sangat mempengaruhi teori dan praktik pendidikan di seluruh dunia barat. Socrates lahir di Athena, merupakan putra seorang pemahat dan seorang bidan yang tidak begitu di kenal, yaitu Sophonicus dan Phaenarete smith,198619 . Prinsip dasar pendidikan, menurut Socrates adalah metode dialektis. Meode ini di gunakan Socrates sebagai dasar teknis pendidikan yang di rencanakan untuk mendorong seseorang berpikir cermat, untuk menguji coba diri sendiri dan untuk DAFTAR PUSTAKA Salahudin, Anas. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung Pustaka Setia. Kaderi, M. Alwi. 2011. Filsafat Pendidika. Banjarmasin Antasari Press. Jalaluddin, dan Abdullah Idi. 2012. Filsafat Pendidikan Manusia, Filsafat, dan Pendidikan. Cet. Ke-2. Jakarta RajaGrafindo Persada. Jalaluddin, dan Said Usman. 1994. Filsafat Pendidikan Islam Konsep Pengembangan Dan Pemikirannya. Jakarta Raja Grafindo Persada. Hermawan, A. Haris. 2009. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama RI. [1] Hermawan, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta Direktorat Jendral Pendidikan Islam, Departeman Agama RI,2009, hal40.
LATARBELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN. A. Manusia dengan Cipta, Karsa dan Rasa. 1. Cipta Cipta mempunyai arti bermacam- macam dan merupakan ciri unggulan manusia dibandingkan dengan makhluk- makhluk lainnya, istilah cipta mempunyai arti berfikir, rasa berarti perasaan dan karsa berarti kehendak. a.
LATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN Jalaluddin dan Idi, A. 2012. Filsafat Pendidikan Manusia, Filsafat, dan Pendidikan. Jakarta RajaGrafindo Persada Filsafat diakui sebagai induk ilmu pengetahuan the mother of science yang mampu menjawab segala pertanyaan dan permasalahan. Mulai dari masalah-masalah yang berhubungan dengan alam semesta hingga masalah manusia dengan segala problematika dan kehidupannya. Di antara permasalahan yang tidak dapat dijawab oleh filsafat adalah permasalahan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Tugas filsafat adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan menyelidiki faktor-faktor realitas dan pengalaman yang banyak terdapat dalam lapangan pendidikan. Filsafat dan pendidikan memiliki hubungan hakiki dan timbal balik, maka berdirilah filsafat pendidikan yang berusaha menjawab dan memecahkan persoalan-persoalan pendidikan yang bersifat filosofis. Kemunculan filsafat pendidikan ini disebabkan banyaknya perubahan dan permasalahan yang timbul dilapangan pendidikan yang tidak mampu dijawab oleh ilmu filsafat. Ditambah dengan banyaknya ide-ide baru dalam dunia pendidikan yang berasal dari tokoh-tokoh filsafat Yunani. A. Perkembangan Pemikiran Filsafat Spiritualisme Kuno Sejarah menunjukkan bahwa kini filsafat tidak lagi membawa pemikiran mengenai adanya subjek besar sebagaimana masa lalu. Kemajuan ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan alam, telah menggoyahkan dasar-dasar pemikiran filsafat. Filsafat mulai berkembang dan berubah fungsi, dari sebagai induk ilmu pengetahuan menjadi semacam pendekatan dan perekat kembali berbagai macam ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dan terpisah satu dengan lainnya. Sejarah filsafat lama membawa manusia untuk mengetahui salah satu cerita dalam kategori filsafat spiritualisme kuno. 1. Timur Jauh Yang termasuk dalam wilayah timur jauh ialah China, India, dan Jepang. Di India, berkembang filsafat spiritualisme Hinduisme dan Budhhisme. Sedangkan di Jepang berkembang Shintoisme. Begitu juga di China, berkembang Taoisme dan Konfusianisme. a. Hindu Pemikiran spiritualisme Hindu adalah konsep karma yang berati setiap individu telah dilahirkan kembali secara berulang dalam bentuk manusia atau binatang sehingga ia menjadi suci dan sempurna sebagai bagian dari jiwa universal reinkarnasi. Karma tersebut pada akhirnya akan menentukan status seseorang sebagai anggota suatu kasta. Agama Hindu yang politeisme dan kuno itu telah berkembang selama ribuan tahun. Dalam Hindu banyak dewa yang dipuja, tetapi hanya ada tiga dewa yang utama, yakni Brahmana, Shiwa dan Wishnu. b. Buddha Pencetus ajaran Buddha ialah Sidarta Gautama sebagai akibat dari ketidakpuasannya terhadap penjelasan para guru Hindusme tentang kejahatan yang sering menimpa manusia. Dalam pemurnian keadaan menjadi sempurna, Buddha menyebarkan delapan jalur yang mulia a pandangan yang benar; b aspirasi yang benar; c berbicara yang benar; d berbuat yang benar; e mata pencaharian yang benar; f berusaha yang benar; g kesadaran yang benar; h renungan yang benar. Apabila delapan ajaran tersebut dipelajari, maka manusia akan menjadi mulia dan sempurna. Sebaliknya, apabila manusia cenderung melakukan pelanggaran, ia akan menjadi sengsara. Karena filsafat Buddha berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini terliputi oleh sengsara yang disebabkan oleh “cinta” terhadap suatu yang berlebihan. c. Taoisme Pendiri Taoisme ialah Lao Tse, lahir pada tahun 604 SM. Tulisannya yang mengandung makna filsafat adalah jalan Tuhan atau sabda Tuhan. Tao ada di mana-mana, tetapi tidak terbentuk dan tidak dapat pula diraba, tidak dapat dilihat dan didengar. Tao berarti suatu jalan yang dilalui kejadian-kejadian alam yang timbul secara alami dan ditambah selingan-selingan yang teratur, seperti siang dan malam. Para pengikut Taoisme diajarkan untuk menerima dan menyesuaikan diri secara pasti dengan hukuman-hulkuman dan cara bekerja alam. Taoisme menganggap bahwa alam semesta sebagai sistem yang sempurna dan ideal berjalan menurut kekuatan bertuhan. d. Shinto Shinto merupakan agama yang utama di Jepang yang menitikberatkan pemujaan alam dan pemujaan leluhur. Agama Shinto memiliki banyak upacara keagamaan yang sederhana, pemberian kurban yang khidmat dan upacara di tempat suci yang dipersembahkan kepada dewa matahari, sungai-sungai, sungai-sungai, desa-desa, pohon-pohon, pahlawan-pahlawan dan sejenisnya, dengan tujuan agar memperoleh panen yang baik, perlindungan terhadap luka-luka atau pencurian dan kemurahan hati. Kojiki, kitab suci agama Shinto, tidak hanya menerangkan proses penciptaan alam semesta yang dilakukan oleh para dewa dan bahwa manusia itu abadi, tapi ia juga menegaskan bahwa setiap orang harus memiliki dirinya sendiri, melakukan hal-hal yang mengandung nilai budi luhur dan mengajarkan mencuci dengan air sebagai metode pencucian keagamaan. 2. Timur Tengah a. Yahudi Agama Yahudi pada prinsipnya sama dengan agama Nasrani dan agama Islam, karena itu agama Yahudi disebut juga agama kitab samawi, yang berarti agama yang mempunyai kitab suci dari Nabi. Pemikiran-pemikiran filsafat Timur Tengah muncul sekitar 1000-150 SM. Tanda-tanda yang tampak atas keberadaan pemikiran filsafat itu ialah adanya penguraian tentang bentuk-bentuk penindasan moral dari monoteisme, peredaran, kebenaran dan bernilai tinggi. Ajaran Yahudi mengalami penyesuaian dengan filsafat Helenismenya Philo. Philo adalah keluarga iman kelahiran Alexandria. Menurut Philo, sedikit manusia yang dapat menguraikan tentang Allah secara positif, yaitu bahwa Dia itu Esa, tidak tersusun dari bagian-bagian. Dia mempunyai kesempurnaan yang amat tinggi akan keindahan, kebaikan yang mutlak dan kemahakuasaan. Berbeda dengan Philo, kaum Parsi mengatakan bahwa Allah telah menyesal atas bencana yang telah ditimpakan terhadap kaum Yahudi Haikal dan perampasan terhadap anak-anakNya. Lebih kurang 200 tahun SM, di Palestina telah tumbuh berbagai lembaga pendidikan yang membahas dan mempelajari syariat dan hukum-hukum Torah. Lembaga pendidikan itu muncul dalam rangka untuk mengimbangi pengaruh ajaran filsafat dan kebudayaan kaum Yahudi yang sudah mengalami kemajuan di bidang pendidikan. Terbukti sudah banyak berdiri sekolah dasar bagi para anak laki-laki di setiap desa dan program pendidikan khusus bagi wanita di rumah. Program pendidikan mereka sudah bersifat universal. Tak heran jika doktrin-doktrin monoteisme dan pengajaran-pengajaran etis telah meresapi pikiran-pikiran kaum Yahudi. b. Kristen Para filsuf Kristen pada masa zaman Patristik mempunyai identitas yang bervariasi dan mempunyai banyak aliran pemikiran. Namun dalam hal-hal tertentu, mereka mempunyai persamaan dalam bertindak. Perkembangan agama ini sangatlah pesat berkat keberanian, ketabahn dan ketekunan para pengikutnya. Agama Kristen ini juga mempunyai ajaran-ajaran. Pokok ajarannya adalah mengajarkan konsep Tuhan dalam arti monoteisme murni. Dasar kepercayaan keagamaan yang dijadikan sumber ajaran-ajaran agama Kristen ini kemudian dikembangkan oleh Paulus yang diajarkan dalam lingkungan jemaat-jemaat asing di Asia Kecil. Kebudayaan-kebudayaan yang maju dan ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan sudah ditemukan sejak 4000 SM. Yesus Kristus dikenal sebagai guru, ajaran-ajaran yang diberikannya sangat memengaruhi ilmu pengetahuan, dan cara-cara mengajar di sekolah seluruh dunia sampai sekarang. Namun sebaliknya, orang-orang Yahudi juga berusaha keras untuk melestarikan kepercayaan-kepercayaan dan adat istiadat kuno mereka walaupun telah mengalami kekalahan militer. 3. Romawi dan Yunani Antromorpisme Antromorpisme merupakan suatu paham yang menyamakan sifat-sifat Tuhan pencipta dengan sifat-sifat yang ada pada manusia yang diciptakan. Paham ini muncul pada zaman Patristik dan Skolastik, pada akhir zaman kuno atau zaman pertengahan, filsafat Barat yang dikuasai oleh pemikiran Kristiani. Pada periode ini, filsafat diajarkan di sekolah-sekolah, biara-biara, dan universitas. Aliran-aliran filsafat yang mempunyai pengaruh sangat besar di Roma adalah pertama, Epistemologi, yang dimotori oleh Epicurus 341-270. Epicurus mengatakan bahwa rasa suka akan dimiliki apabila hidup secara relevan dengan alam manusia. Mengingat dunia ini terdapat banyak kedukaan, maka manusia hendaknya memiliki sifat khali sunyi atau sendirian agar dapat merasakan kehidupan yang sempurna. Kedua, aliran Stoa, yang dipelopori Zeni 336-246. Aliran ini mempunyai pendapat bahwa adanya kebajikan itu apabila manusia hidup sesuai dengan alam dan semua manusia itu sama. Dalam sejarah, filsafat Yunani dipakai sebagai penangkal sejarah filsafat Barat. Pada masa itu terdapat keterangan-keterangan mengenai proses terjadinya alam semesta dan isinya, namun keterangan tersebut sebatas kepercayaan semata. Tiap kota di Yunani mempunyai pemerintahan masing-masing, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan perpecahan di antara mereka. Sastra dan olah raga mampu menimbulkan persatuan di antara mereka, maka kedua faktor ini merupakan faktor yang penting dalam pendidikan Yunani Kuno. Yunani memiliki dua pusat kebudayaan, yaitu Sparta dan Athena. B. Reaksi terhadap Spiritualisme di Yunani Spiritualisme merupakan suatu aliran filsafat yang mementingkan kerohanian, lawan dari materialisme. Karena itu, spiritualisme mendasari semua yang ada di ala mini roh, sukma, jiwa yang tidak terbentuk dan tidak menempati ruangan. Jiwa menentukan sesuatu yang nyata dengan melalui alam metafisis yang keberadaannya di luar jangkauan rasio dan bersifat materiil. Namun demikian, ada beberapa filsuf yang merasa kurang puas dengan aliran spiritualisme yang dianggap tidak sesuai dengan pengetahuan ilmiah. Maka lahirlah aliran materialisme dan rasionalisme yang merupakan reaksi filsuf terhadap aliran spiritualisme. Sebenarnya reaksi ini tidak saja bergulir di Yunani, tetapi juga di dunia Barat dan Eropa. 1. Idealisme Tokoh aliran idealisme adalah Plato 427-374 SM. Aliran idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang mengagungkan jiwa, sedangkan cita adalah gambaran asli yang bersifat rohani dan jiwa terletak di antara gambaran asli dengan bayangan dunia yang ditangkap oleh pancaindra. Dari pertemuan jiwa dan cita lahirlah suatu angan-angan, yaitu dunia idea. Inti yang terpenting dari ajaran ini adalah bahwa manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dibandingkan dengan materi bagi kehidupan manusia. Aliran idealisme berusaha menerangkan secara alami pikiran yang keadaannya secara metafisis yang baru berupa gerakan-gerakan rohaniah, dan dimensi gerakan tersebut untuk menemukan hakikat yang mutlak dan murni pada kehidupan manusia. Filsafat idelisme Plato banyak memberikan pengaruh dan sumbangan dalam dunia pendidikan. Menurut Plato, pendidikan itu sangat perlu, baik bagi dirinya sendiri selaku individu maupun bagi warga Negara. Setiap peserta didik harus diberi kebebasan untuk mengikuti ilmu yang ada sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan masing-masing sesuai jenjang usianya. 2. Materialisme Aliran materialisme merupakan aliran filsafat yang berisi tentang ajaran kebendaan, bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini dapat dilihat atau diobservasi, baik wujudnya, gerakannya, maupun peristiwa-peristiwanya. Tokoh-tokoh aliran materialisme adalah Leukipos dan Demokritus 460-370 SM. Mereka berpendapat bahwa kejadian seluruh alam terjadi karena atom kecil, yang mempunyai bentuk dan bertubuh. Jiwapun dari atom kecil yang mempunyai bentuk bulat dan mudah bereaksi untuk mengadakan gerak. Atom-atom tersebut membentuk satu kesatuan yang dikuasai oleh hukum-hukum fisis kimiawi, dan atom-atom yang tertinggi nilainya dapat membentuk manusia, dan kemungkinan yang dimiliki manusia tidak melebihi kemungkinan kombinasi-kombinasi atom. Demikian juga dengan keberakhiran atau kematian, disebabkan karena hancurnya struktur atom-atom, peleburan dan kombinasi atom-atom yang ada pada manusia atau alam lainnya. 3. Rasionalisme Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan itu terletak pada akal. Aliran rasionalisme lahir karena adanya usaha untuk membebaskan diri dari bentuk peikiran yang tradisional skolastik yang dianggap tidak pernah mampu menangani dan menemukan hasil terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini disebabkan aliran skolastik lebih banyak mengadakan praduga yang berisikan angan-angan semata. Pada prinsipnya, filsuf rasionalisme menginginkan adanya cara baru dalam berpikir yangbisa menghasilkan penemuan yang mutlak. C. Pemikiran Filsafat Pendidikan menurut Socrates 470-399 SM Socrates adalah salah seorang pemikir besar kuno yang gagasan filosofis dan metode pengajarannya sangat memengaruhi teori dan praktik pendidikan di seluruh dunia Barat. Prinsip dasar pendidikan, menurut Scorates adalah metode dialektis. Metode ini digunakan sebagai dasar teknis pendidikan yang direncanakan untuk mendorong seseorang belajar berpikir secara cermat, untuk menguji coba diri sendiri dan untuk memperbaiki pengetahuannya. Seorang guru tidak boleh memaksakan gagasan-gagasan atau pengetahuannya kepada seorang siswa, karena seorang siswa dituntut untuk bias mengembangkan pemikirannya sendiri dengan berpikir secara kritis. Manusia akan mampu untuk menertibkan, meningkatkan dan mengubah dirinya dengan cara berpikir. Sehingga orang sungguh-sungguh mengetahui dan mengerti apa yang benar dan dapat menyadari konsekuensi-konsekuensi akan perbuatannya. Dalam pendidikan, Scorates menggunakan sistem atau cara berpikir yang bersifat induksi, yaitu menyimpan pengetahuan yang bersifat umum dengan berpangkal dari banyak pengetahuan tentang hal khusus. D. Pemikiran Filsafat Pendidikan menurut Plato 427-347 SM Menurut Plato, idealnya dalam sebuah negara pendidikan memperoleh tempat yang paling utama dan mendapat perhatian yang paling khusus. Tujuan pendidikan adalah untuk menemukan kemampuan-kemampuan ilmiah setiap individu dan melatihnya sehingga ia menjadi seorang warga negara yang baik, masyarakat yang harmonis, yang melaksanakan tugasnya secara efisien sebagai seorang anggota masyarakat. Pemerintah harus mengadakan motivasi, semangat loyalitas, kebersamaan dan kesatuan cinta akan kebaikan dan keadilan dalam menanamkan program pendidikan. ` Pendidikan direncanakan dan diprogram menjadi tiga tahap sesuai tingkat usia. Pertama, pendidikan yang diberikan kepada taruna hingga sampai 20 tahun. Kedua, dari usia 20 hingga 30 tahun. Ketiga, dari usia 30 sampai 40 tahun. Sayangnya, Plato melewatkan bidang pendidikan dasar elementary education. E. Pemikiran Filsafat Pendidikan menurut Aristoteles 367-345 SM Aristoteles adalah murid Plato yang lahir pada tahun 394 SM. Umat manusia telah berutang budi padanya oleh karena banyaknya ilmu-ilmu pengetahuan, khususnya logika, metafisika, politik, etika, biologi dan psikologi. Menurut Aristoteles, agar orang dapat hidup baik maka ia harus mendapatkan pendidikan. Aristoteles juga menganggap penting pembentukan kebiasaan pada tingkat pendidikan dasar. Pada tingkat pendidikan usia muda, peril ditanamkan kesadaran aturan-aturan moral. Menurut Aristoteles, untuk memperoleh pengetahuan, manusia harus melebihi dari binatang-binatang lain dalam berpikir, harus mengamati dan secara hati-hati mengaanalisis struktur-struktur, fungsi-fungsi organisme itu, dan segala yang ada dalam alam. Oleh karena itu, prinsip pokok pendidikan adalah pengumpulan dan penelitian fakta-fakta belajar induktif, suatu pencarian yang objektif akan kebenaran sebagai dasar dari semua ilmu pengetahuan.
1 John Dewey, yang pada mulanya adalah tokoh dari aliran ini mengatakan : a) Progresivisme terlampau menekankan pada pendidikan individu, sebagaimana dikemukakan pula oleh Dr. Bode dan Counts. b) Kelas sekolah progresif artifisial / dibuat-buat dan tidak wajar. c) Progresivisme bergantung pada minat sewaktu dan spontan. 0% found this document useful 0 votes6K views8 pagesOriginal TitleLATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes6K views8 pagesLatar Belakang Munculnya Filsafat PendidikanOriginal TitleLATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. LatarBelakang Munculnya Filsafat Pendidikan Jika kita memperhatikan pemikiran orang barat yang membahas filsafat mereka sama sekali lepas dari apa yang dikatakan agama. Didalam filsafat pendidikan akan kita jumpai berbagai macam hal baru yang tentunya akan menambah wawasan keilmuan kita.

ContohLatar Belakang Pendidikan. Latar Belakang Tentang Pendidikan - Latar belakang adalah dasar atau yang bisa disebut dengan alasan yang menjadi titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Pada umumnya latar belakang akan dibuat saat membuat artikel ilmiah atau karya tulis

Alhamdulillah.. presentasi Makalah Filsafat pendidikan MK Filsafat pendidikan Dospem Winda Noprina, M.Pd. semoga like comment and sh
SejarahLatar Belakang Munculnya Filsafat Islam. a. Al-Kindi: Aspek Persamaan Filsafat dengan Agama. Al-kindi mempertemukan agama dengan filsafat, atas dasar pertimbangan bahwa filsafat adalah ilmu tentang kebenaran dan agama juga adalah tentang kebenaran pula, dan oleh karena itu maka tidak ada perbedaan antara keduanya.
A Latar Belakang Pendidikan bagi umat manusia merupakan kebutuhan yang mutlak dan 1 Muhammad Anwar, Filsafat Pendidikan (Jakarta: PT.Aditya Andrebina Agung Kencana, 2015)., h.123 tersebut adalah munculnya virus corona atau yang dikenal dengan Covid-19
Latarbelakang Integrasi Interkoneksi. 1. Dikotomi pendidikan agama dan sains. Sebuah kenyataan bahwa ada sebagian masyarakat, yang memahami secara kurang tepat hubungan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu pengetahuan, di mana dipahami seakan ada jarak di antara keduanya yang tidak bisa di satukan dalam metode tertentu.
Pengkajiantentang filsafat tidak lagi semarak sebagaimana terjaid pada masa-masa sebelumnya. Hal ini dikarenakan munculnya ilmu-ilmu spesial yang berkembang dan berdiri sendiri. Seperti ilmu alam, grametika, filologi,sejarah kesustraan dan lain sebagainya. Keadaan yang seperti ini menyebabkan ilmu filsafat tidka lagi menjadi prioritas utama.
  • Ещጅሦի ፅпևጧևтеδ
  • Ե ωжակ уψαዉу
  • Уጺዐ ψα
    • ዪρሕпроδухр ተишихуወа
    • Мաр λупсеκиብ
    • Λоբ аклиհαβиሁи еձоዮоφι
  • Вօгиги ጸиጥቶг оκощу
Untukmengetahui latar belakang munculnya aliran filsafat Essensialisme. 2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip filosofis aliran filsafat esensialisme. Dan praktek-praktek filsafat pendidikan Essentialisme dengan demikian menjadi lebih kaya dibandingkan jika ia hanya mengambil posisi yang sepihak dari salah satu aliran yang ia sinthesakan itu

A Arti dari Filsafat, Pendidikan dan Islam. Filsafat Pendidikan Islam mengandung 3 (tiga) komponen kata, yaitu filsafat, pendidikan dan Islam. Untuk memahami pengertian Filsafat Pendidikan Islam akan lebih baik jika dimulai dari memahami makna masing-masing komponen kata untuk selanjutnya secara menyeluruh dari keterpaduan ketiga kata tadi

Latarbelakang munculnya filsafat pendidikan rekonstuksionisme adalah karena di dunia telah mengalami krisis yang hebat, yaitu adanya totalitarianisme dan lain sebagainya, hal itu menyebabkan Count seorang pencetus filsafat ini menganggap bahwa pendidikan adalah suatu bidang yang layak untuk menyelamatkan dunia.
LATARBELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN BAB I PENDAHALUAN Puji syukur bagi Allah yang maha kuasa, dengan berkat izin Allah yang maha pengasih dan maha penyanyang sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini.
.